Selasa, 26 Mei 2009

Cara Membuat Pupuk Organik Granul


Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk. Bisa dibuat curah, table, pelet, briket, atau granul. Pemilihan bentuk ini tergantung pada penggunaan, biaya, dan aspek-aspek pemasaran lainnya. Salah satu bentuk yang banyak dipakai adalah granul. Membuat pupuk granul sebenarnya tidak terlalu sulit. Secara garis besar pupuk granul dapat dibuat dengan cara seperti di bawah ini.
Pengeringan Bahan
Bahan pupuk organik yang digunakan bisa dibuat dari pupuk kandang. Tapi perlu diingat pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang sudah ‘matang’ bukan yang baru keluar dari binatangnya. Bisa juga menggunakan kompos, baik kompos dari limbah pertanian, kompos dari sampah organik, atau humus yang langsung diambil dari tanah.
Langkah pertama adalah pengeringan. Kompos ini harus dikeringkan terlebih dahulu. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau dengan menggunakan alat pengering (rotary dryer). Kadar air kompos kering kurang lebih <20%. style="font-weight: bold;">Penggilingan dan Pengayakan
Kompos yang sudah kering kemudian digiling dengan mesin giling. Atau ditumbuk saja juga bisa. Tingkat kehalusan kompos yang diperlukan minimal 80 mesh. Biasanya aku memilin 100 mesh. Kompos halus ini kemudian diayak dengan ayakan 80 mesh atau 100 mesh. Sisa bahan yang tidak lolos ayakan dikembalikan ke alat penggiling.
Penambahan Bahan-bahan Lain
Apabila diperlukan dapat pula ditambahkan beberapa bahan lain. Beberapa bahan yang sering ditambahkan adalah pupuk anorganik untuk meningkatkan kandungan hara N, P, K, atau hara mikro lainnya. Dapat pula ditambahkan dengan asam humat atau asam fulvat atau hormon perangsang pertumbuhan tanaman. Apabila memungkinkan dapat pula ditambahkan dengan mikroba-mikroba. Cuma tidak semua mikroba bisa ditambahkan ke dalam pupuk granul. Banyaknya bahan yang ditambahkan berbeda-beda untuk setiap perusahaan. Jenis dan dosis ini merupakan ‘rahasia perusahaan’ masing-masing. Ibaratnya masakan, jenis masakan bisa sama tetapi ‘ramuannya’ bisa berbeda-beda untuk setiap koki.
Granulasi
Setelah semua bahan siap, langkah berikutnya adalah pembuatan granul. Granul dapat dibuat dengan berbagai cara. Cara paling sederhana adalah dengan menggunakan nampan biasa. Biasanya aku gunakan cara ini untuk membuat contoh granul skala kecil. Bahan yang diperlukan sekitar 300 gr – 500 gr. Caranya, bahan dimasukkan ke dalam nampan, tambahakan air + perekat (jika perlu). Kemudian nampan digoyang-goyang sampai terbentuk granul. Yang perlu diperhatikan dalam langkah ini adalah penambahan air/perekat. Jumlahnya harus pas, tidak boleh berlebih atau terlalu sedikit. Di sinilah seni-nya membuat granul.
Alat lain yang juga dapat digunakan untuk membuat granul adalah moleh pengaduk semen. Alat ini biasa digunakan oleh para tukang batu untuk membuat rumah dan dapat diperoleh di toko-toko penjual alat bagunan. Prinsip kerjanya sama seperti cara di atas. Pertama masukkan bahan ke dalam moleh. Hidupkan mesinnya. Sambil diputar-putar, masukkan air sedikit demi sedikit ke dalam molen hingga terbentuk granul. Setelah granul terbentuk, isi molen dapat dituang.
Alat lain yang khusus dibuat untuk granulasi adalah pan granulator. Alat ini berbentuk piringan yang berputar. Prinsip kerjanya sih masih sama dengan cara nampan di atas. Ukuran piringan bisa bermacam-macam. Kami memiliki pan granulator ukuran kecil dengan diameter 1 m dan ada juga yang berukuran 2.5 m. Cara kerjanya sama seperti yang telah disebutkan di atas Pan granulator ukuran kecil yang kami gunakan untuk percobaan atau membuat prototipe pupuk organik. Diameter piringan kurang lebih 1 m. Setelah granul terbentuk, granul ini perlu diayak untuk mendapatkan ukuran granul yang seragam. Ukuran ayakan tergantung pada ukuran granul yang akan dibuat Pengemasan
Langkah berikutnya adalah pengemasan pupuk granul. Ukuran kemasan bisa bermacam-macam. Kemasan-kemasan kecil bisa berukurang 1 kg, 5 kg, atau 10 kg. Kemasan juga bisa menggunakan karung dengan ukuran 25 – 30 kg. Kemasan biasanya terdiri dari dua bagian, bagian luar dan bagian dalam (inner). Kemasan bagian luar diberi merek/nama/logo perusahaan.

Senin, 05 Januari 2009

Pupuk Organik




Pemakaian bahan kimia baik berupa pupuk atau pestisida pada praktek pertanian yang telah dilakukan sejak empat puluh tahun yang lalu mau tidak mau telah menyisakan racun dalam tanah, hal ini disebabkan karena tidak semua pupuk atau pestisida yang diberikan bisa diserap oleh tanaman, sisanya inilah yang kemudian menjadi racun bagi tanah. sehingga lahan pertanian kita saat ini tidak sehat karena tercemari oleh racun racun kimia. Akibatnya tidak lagi bisa berproduksi dengan baik, ditanami banyak mendatangkan hama, diisisi ikan banyak yang tidak bisa besar bahkan banyak yang mati. Kondisi semacam ini jangan terlalu lama dibiarkan karena koindisi tanah akan semakin rusak parah dan yang lebih menakutkan hasil tanaman atau perikanan yang tumbuh dari lahan ini akan banyak membawa penytakit pada manusia akibat dari racun kimia yang masuk dalam tanaman atau ikan. Untuk menanggulangi kondisi ini diperlukan bahan aktif biological alami, serta bahan bahan non kimia yang mampu menghancurkan racun tanah tersebut sehingga hancur dan terurai sehingga bisa terjadi pertukaran kation (CEC) dengan unsur-unsur lain yang ada pada tanah, karena tanpa proses semacam ini racun yang ada dalam tanah akan tetap racun dan sangat membahayakan bagi kesehatan tanaman dan manusia yang menkonsumsi. Pupuk Organik Fish Cow Mengandung Unsur makro dan mikro yang lengkap disertai pula dengan bahan aktif biological alami, asam amino, dan berbagai bakteri pengurai yang menguntungkan bagi tanah dan tanaman yang mampu mengeleminir bakteri yang merugikan tanaman dalam proses dekomposisi unsur hara tanah sehingga proses pemupukan dapat bekerja secara optimal. Pupuk Organik " Fish Cow " mengandung bahan detoxifikasi yang mampu menurunkan tingkat keracunan tanaman akibat pemakaian bahan kimia yang telah berpuluh tahun digunakan oleh petani. Pupuk Organik " Fish cow " mampu mengisolasi dan membersihkan racun tanah sebelum masuk dalam sel sel tanaman sehingga menjadikan kekebalan tanaman terhadap hama lebih kuat. Pupuk Organik " Fish cow " juga berfungsi sebagai Chelatring agent yang mampu mengikat unsur hara pada tanah sehingga tidak mudah menguap atau tercuci. Pupuk Organik " Fish Cow " Mampu mengikat dan menguraikan logam berat yang bersifat racun dalam tanah. Pupuk Organik FishCow Mengandung : Netrogen, Phosphor, Kalium, Copper, Silicon Cobalt dan boron yang semua unsur itu merupakan kebutuhan vital bagi tanaman. Dan satu lagi kelebihan yang paling menonjol disamping itu semua adalah Fish Cow dibuat dari bahan bahan alami sumber unsur bunsur diatas diproses secara alamiah yang bebas dari bahan bahan kimia.